Minggu, 21 Desember 2014

Terpaksa

Keluh kesah dua ribu kilo seperti sapaan pagi
Selalu hadir, kadang dinanti
Mengeluh tapi saling menguatkan
Bertahan dlm waktu yg jg tak berputar bersamaan

Rentang jarak menjadi candaan
Beda waktu pun diselaraskan
Hari berlalu menyisa jejak2 cerita
Sekedar menggerutu ataupun cerita ttg rindu

Jauh tapi tak pernah benar-benar jauh
Sepertinya setiap moment dilalui bersama
Walaupun hanya lewat pesan singkat
Ataupun suara unt saling bicara

Kini seperti dipaksa berhenti
Dipaksa saling merelakan
Atas nama kebaikan bersama
Atas nama hati unt tdk saling menyakiti

Waktu terhenti
Matahari seperti mati
Siang menjadi suram
Nadi pun lemas berdenyut malas

Mata tak ubahnya derai air di musim penghujan..
Tuhan, aku harus bagaimana?

Rabu, 23 Juli 2014

Merelakanmu

Duka tak pernah menyapa dg cara yg indah
Tiba2 datang tanpa diharapkan
Membawa rona suram pada wajah-wajah yg tertunduk sengsara
Menyisakan air mata dr mata-mata yg mulai lelah
Apalah daya manusia, ketika disapa duka
Hanya terpuruk dan terpaksa menerima

Pada akhirnya ada pemberhentian dr setiap perjalanan
Pemberhentian hidup adalah mati
Pemberhentian perjalanan di dunia adalah raga yg telah ditinggalkan jiwanya
Pemberhentian seperti tak terencana, padahal adl kepastian yg nyata..

Tuhan, untuk kakek yg telah Kau ambil kembali kepadaMu, lapangkalah kuburnya, dan ampunilah dosa-dosanya. Serta jadikan amal baik jadi penolongnya..

Selamat tinggal, Mbah Kakung

Senin, 21 Juli 2014

Cosmos Chaos

Kosmos dalam keributan
Rusuh pemberontakan tertahan
Lama-lama menua menuju supernova
Lenyap di lubang hitam

Matahari tak dilihat,
Bulan tak dinanti
Bintang dibiarkan tanpa tatapan
Hanyalah waktu fana untuk berbicara

Alam raya hanya tinggal dua
Duniaku dan duniamu
Ada aku diujung superova
Ada kamu membuka diri dr lubang hitam menuju bintang baru

Kosmos kehilangan tatanan keteraturan
Kerusuhan bergolak masih ditahan
Menunggu waktu meledakkan diri
Big Bang terjadi di dalam hati

Minggu, 15 Juni 2014

Tersesat

Kepala menyusun materi
Memilah milih ganti alur cerita
Kisah diganti
Jadi sutradara dan main sendiri

Kepala tersesat dalam dunia kata
Katamu, kataku, kata hati dan kata yg tersembunyi
Jarak mendekati ilusi
Semu bahwa kamu tak lagi jauh

Kepala buntu tak tau bagaimana biar membisu
Ingin dibisukan dr dunia semu
Hati biru mata sayu
Tidur pun menggugu pada kepala buntu.

Jumat, 09 Mei 2014

Menuju Jaman Batu

Ditekuninya jalan batu
Jalan milik masa lalu
Disembah pepohonan dan perdu
Kena tenung pemuja nujum

Ilmu hanya jadi kertas semu
Jalan pemikir jadi sabda penuntun
Pagan digital menyerbu
Dikuduskan menjadi firaun baru

Tidak terbungkam aib dan sembilu
Diumbar, dipaparkan unt dunia tau
Manusia jaman batu, bersandang tp semu
Sekedarnya kehilangan malu

Selasa, 08 April 2014

(mungkin) selamat tinggal

Ada kamar suram yg dilihatnya sbg mercusuar,
Palung curam dianggapnya kolam ikan.
Sedari awal jalan telah berselisihan
Tak pernah bersandingan, dipaksakan sejalan..
Bom waktu tersulut,
Jalanan berubah jd pemakaman..
Pekuburan masal untuk semua perjuangan bertahan..
Tawa dan kata dibungkam dan diledakkan.
Menguap hangus menjadi abu yg berterbangan..
Tersisa hanya luka, duka, dan air mata..

Sabtu, 22 Maret 2014

Kami Bicara

Aku bahagia, kami mulai bicara
Aku bercerita
Hal remeh, sering kali keluh kesah
Aku bahagia, ternyata Dia memang mendengar
Selama ini hanya diyakini saja
Ternyata nyata
Baru disadari ketika kami bicara
Walaupun aku masih meraba bahasaNya
Mencari-cari pesanNya, disampaikan seperti apa
Dia menungguku lama
Tak berhenti memanggil walaupun sering diabaikan
Aku bahagia Dia terus memanggil
Aku suka Dia selalu menarikku
Sering kali aku datang dg setengah hati, bicara hanya sbg syarat saja
Kadang datang dengan bungah,
Tak jarang dengan air mata dan berbagai tanda tanya
Dia mendengar semuanya
Beberapa kali menjawabnya langsung
Tanpa menunggu lama
Dia menjawab seketika
Aku bahagia Dia mendengarku
Aku bahagia Dia berasamaku
Untuk segala pertanyaanku yang belum dijawabNya, akan sabar kutunggu
Aku ingin kami selalu bicara
Membicarakan semua urusan hidupku
Aku belum mampu bicara ttg matiku
Maafkan, aku berjalan pelan-pelan
Ijinkan dulu aku bicara ttg hatiku dan hidupku
Hidup dlm jalan yg Kau tuntunkan
Seperti hari ini, aku akan tetap membicarakan semua urusan
Semua keputusanku semoga merupakan wujud restuMu
Ijinkan aku semakin mengerti, setiap pesanMu untuk menuntunku
Aku ingin selalu bersamaMu
Setiap saat mengingatMu..
Selalu..

Rabu, 05 Maret 2014

Menahan Diri

Pertalian mati
Dihunus lidah, sekedar hiburan
Telinga perlu pengadaan filter
Memilah ilmu yg bercampur penuh distorsi
Harusnya kepala memilih situasi
Menghindari tanpa menyakiti
Pergi tanpa dirasa mengggalkan

Kini menyisa dingin
Ketus dan hilang percaya
Tutup mulut ketika dekat
Memaling muka enggan menatap