Sebuah halaman yang lapang, tanpa pagar besi yang menjulang tinggi, hanya dua buah jalan yang dibentuk seperti gapura kecil. Tanpa pintu gerbang, hanya pagar tanaman mengelilingi. Disamping sebelah kanan, ada dua pohon mangga besar dengan cabang yang merambah kemana-mana. Disamping kiri, ada satu pohon mangga lagi di samping pohon rambutan. Mangga nampak ranum bergelayutan memenuhi halaman. Jangan kira jalanan sepanjang halaman depan itu aspal atau paving blok, tapi jalanan tanah padat yang dipenuhi batu-batu kecil dan kerikil. Nuansa alami disepanjang halaman.
Kalau berjalan sejenak dari halaman, akan terlihat sebuah rumah disana. Tanaman hias nampak berjajar indah di depannya.
Tapi...
Bentuk rumah dan isinya?? saya belum mampu melihatnya. Nampak sempurna di halamannya saja, karena hanya sebatas mimpi melihat diorama tanpa cela dalam masa seperti ini.
*posting antiklimaks*
Bukan tanpa sengaja aku menjelajah.. Tiada kebetulan atas peristiwa.. Pikiran telah membentuk jalan.. Mengantar pada qadar.. Menapakkan langkah pada dunia.. Tak hanya untuk kenangan, Melainkan sebuah pengabdian..
Kamis, 15 Juli 2010
Sabtu, 10 Juli 2010
Karena Telur Tak Menetaskan Ayam Yang Sama

"Endok Sak Petarangan Ga Podo Kabeh"
Telur dalam satu sarang pun tidak semuanya sama. Itulah kata-kata yang sering orang tua saya ucapkan. Tak ada manusia yang persis sama. Saudara kembar identik pun, masi memiliki perbedaan, entah sikap maupun pemikiran. Apalagi orang yang tumbuh dengan lingkungan dan budaya yang berbeda.
Itulah yang saya lihat hari ini, perbedaan yang ditampilkan satu orang dengan orang lain. Tidak hanya melihat, tapi mendengar untuk memahami cara pandang dan perangai yang berbeda-beda. Orang yang berpengerahuan luas, cenderung tegas dan punya pendirian yang kuat. Berani melawan arus dan tidak takut untuk menjadi berbeda.
Kalau saya bukan termasuk rule braker, saya cenderung memilih jalan damai tanpa masalah dengan orang lain. Lurus dan berusaha tidak merugikan siapapun. Tapi kadang jadi terasa plin plan, karena merasa harus menyenangkan semua orang. Susah memang, karena kita tidak mungkin memuaskan setiap orang. Cara pandang berbeda sehingga kadar kepuasannya pun beda. Yahh.. sekedar berusaha sebaik mungkin saja. Terlihat kurang tegas, tapi mungkin masi termakan doktrin jawa untuk ewuh pekewuh.
Saya berharap selalu bisa memilah dan mengambil hal positif dari setiap perkataan dan kabar apapun tentang seseorang. Saya tidak ingin judgment pribadi seseorang mempengaruhi sikap saya terhadap orang lain. Saya terdidik untuk selalu menghormati orang tua, namun saya juga memegang prinsip "saya berani melawan, karena saya benar"
Dalam pekrjaan sahari-hari, saya sering merasa terlalu berani. Hmm, mungkin lebih tepat dikatakan gampang naik darah kalau ada hal yang tidak sesuai dengan pemikiran saya. Padahal yang terbaik menurut saya belum tentu itu baik bagi orang lain.
Ahahaha... apa sih.. saya ngelantur sekali malam ini.
Semoga saja saya selalu dimudahkan untuk mengambil hal baik dan berkaca diri atas hal yang kurang baik. Amin..
Langganan:
Komentar (Atom)