Jumat, 30 Januari 2015

Seperti Daun dan Bumi

Aku ingin menjadi rinai yang menyisa di pagi hari
Menyamarkan embun yang menunggui matahari
Aku ingin menjadi titik-titik pelangi,
Menggurat indah di langit pagi

Aku ingin seperti langit yang setia pada bumi
tidak mendekat, tidak pula menjauh
Aku ingin seperti jalanan kota yang penuh sesak
Tak mengeluh sepanjak hari terinjak dan dilewati

Aku ingin seperti kamar yang selalu menjadi tempat pulang
menunggu tanpa memaksakan keberadaan
Aku ingin seperti bohlam di langit-langit kamar
Menerangi kamar saat malam menggelapinya

Aku ingin seperti pohon yang kokoh berdiri
Tersapu angin hanya melenggok kanan kiri
Aku ingin seperti dedaunan di pohon yang diterpa badai
Ikhlas terhempas menemui bumi

Senin, 26 Januari 2015

Khalifah Bumi yang Penuh Lupa

Manusia penuh keluh kesah
Tentang hidup bukan tentang mati
Bercerita tentang susah payah dan nestapa
Aib diri ringan dikabarkannya
Lupa bahwa setiap insan mengalami hal serupa

Manusia penuh tanda tanya
Tentang dunia yang sementara
Menerka kenapa hidup dipenuhi duka
Mengapa dunia tidak selalu menyapa indah
Lupa bahwa di dunia hanya singgah

Manusia penuh gundah gulana
Sedih bermuram rupa seakan hidup penuh siksa
Mengutuki nasib mengaduh pada qadar
Mengapa hidup jika isinya cuma susah
Lupa bahwa ada suka selepas air mata

Manusia penuh alpa
Mengingkari perintah seakan tak pernah ada
Meninggalkan perkara wajib, menyongsong yg dimurka
Mengapa susah-susah kalau bs lupa
Lupa bahwa setiap perkara tertimbang di kiri dan kanannya

Manusia penuh tipu daya
Menyekutu tanpa tau
Kadang tau tapi abai seakan diperkenankan
Bergantung kpd sesama makhluk lemah
Lupa bahwa tiada Sekutu bagi Yang Maha Mencipta

Manusia lupa..
Lupa bahwa hidup akan mati
Bahwa kematian sedekat urat nadi

Manusia lupa..
Lupa bahwa dunia adalah fana
Bahwa dunia hanyalah jembatan menuju akhirat

Manusia lupa..
Lupa ada Tuhan Yang Maha Mendengar
Bahwa Tuhan bersama orang-orang sabar

Manusia lupa..
Lupa ada malaikat yg patuh mencatat amalan
Bahwa setiap perbuatan akan memiliki balasan

Manusia Lupa
Lupa bahwa hakikatnya di dunia hanyalah karena dan untuk Tuhan semata..

Astaghfirullah..

Rabu, 14 Januari 2015

Dibiarkan Waktu

Meratap sebatang kara
Luka ditangisi sembilu
Pilu, hingga tak sanggup menggugu
Air mata tak kering
Terisak sempurna pada titik plg tak berdaya
Bukan hanya hati yg disayati,
Tp fisik mulai digrogoti
Waktu.. Selalu membisu
Dibiarkan hari-hari berlalu lemas sayu
Tuhan, tiada dayaku tanpa perlonganMu
Kuatkan hati, juga ragaku