Senin, 28 Oktober 2013

Ada air mata bersama hujan
Hujan tak tahan
Air mata tertahan
Dipaksakan

Kesana kemari menyusuri kanan dan kiri
Mencari arti
Gelisah dahan ditinggalkan dedaunan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Akhir bulan

Oktober semakin beruban
Dompet meringis tidak punya penghuni
Diisi kertas2 tanda kehilangan
Jaman materialistis!
Apa2 duit
Waktu berlalu bersama itungan lembar rupiah
Kalau ada yg lupa,
Mungkin gila!
Atau aku saja?

Jumat, 25 Oktober 2013

Sore

Sendu terbawa riak..
Tak cuma riak, melainkan ombak
Bergulung menepi bersama tiupan angin senja..
Dibawa dari hamparan tenang, menuju tepian..
Dipertemukannya dengan pasir kering yang tak setia..
Gampang tergerus dan terbawa..

Hati memaksa jujur
Atau hati tak lagi mengenalinya?
Mungkin pula mati akan rasa
Mengira mengecap gula padahal cuka
Kembali ditelan saja
Harus tau tembaga tak pernah padu dengan permata
Bukan setaranya dikawinkan jadi cincin

Timur gemuruh tertutup mendung
Di barat, matahari memerah di pelataran biru 
Oranye, merah, biru dan ungu,
Langit bermain warna,
Memantul gradasi gelap terang di atas air laut
Kontras si barat dan timur
Umpama kita?

Biar tutup mulut saja si hati!
Bicara sendiri terlalu banyak asumsi
Prasangka tidak terhenti
Senang seorang diri, ditangisi di esok hari..