Senin, 30 Maret 2015

Terlewat Dari Pikiran

Langit adalah jarak yg tiada akhirnya
Maka, berkacalah pada langit,
Yang tidak pernah mengingkari kuasa penciptanya
Lihatlah bagaimana siang memasuki malam, petang menemui terang
Tak pernah berselisih dan tertukar

Langit beranda bagi bumi
Bumi tempat manusia hidup dan sejenak rehat
Tidaklah waktu ini kekal abadi
Akan datang masanya bumi tergoncang
Gunung terjungkir-balik
Langit pun mendekat di atas kepala
Tak bisa bersembunyi manusia di atas kerak bumi

Telah diciptakan langit tanpa tiang-tiang
Tak pernah terjatuh, tetap jauh menaungi
Kemana akan berlari jika langit telah mendekat?
Bulan pun jatuh bertabrakan?
Siapa yang masih bisa mengangkat kepala tanpa ketakutan yg luar biasa?
Adalah orang-orang yang mendapatkan rahmat dan pertolongan
Manusia yang tidak mendusta,
Patuh mengikuti jalan sunnah

Udara adalah pintu-pintu semesta
Sering kali lupa menyukurinya
Nafas yang dalam tidur pun tak pernah terhenti
Apa yang bisa dilakukan jika sedetik kemudian adalah hembusan nafas terakhirmu?
Malaikat tanpa permisi meregangkan nyawamu?
Apa yang dapat menyelamatkanmu?

Astaghfirullah..

Jumat, 30 Januari 2015

Seperti Daun dan Bumi

Aku ingin menjadi rinai yang menyisa di pagi hari
Menyamarkan embun yang menunggui matahari
Aku ingin menjadi titik-titik pelangi,
Menggurat indah di langit pagi

Aku ingin seperti langit yang setia pada bumi
tidak mendekat, tidak pula menjauh
Aku ingin seperti jalanan kota yang penuh sesak
Tak mengeluh sepanjak hari terinjak dan dilewati

Aku ingin seperti kamar yang selalu menjadi tempat pulang
menunggu tanpa memaksakan keberadaan
Aku ingin seperti bohlam di langit-langit kamar
Menerangi kamar saat malam menggelapinya

Aku ingin seperti pohon yang kokoh berdiri
Tersapu angin hanya melenggok kanan kiri
Aku ingin seperti dedaunan di pohon yang diterpa badai
Ikhlas terhempas menemui bumi

Senin, 26 Januari 2015

Khalifah Bumi yang Penuh Lupa

Manusia penuh keluh kesah
Tentang hidup bukan tentang mati
Bercerita tentang susah payah dan nestapa
Aib diri ringan dikabarkannya
Lupa bahwa setiap insan mengalami hal serupa

Manusia penuh tanda tanya
Tentang dunia yang sementara
Menerka kenapa hidup dipenuhi duka
Mengapa dunia tidak selalu menyapa indah
Lupa bahwa di dunia hanya singgah

Manusia penuh gundah gulana
Sedih bermuram rupa seakan hidup penuh siksa
Mengutuki nasib mengaduh pada qadar
Mengapa hidup jika isinya cuma susah
Lupa bahwa ada suka selepas air mata

Manusia penuh alpa
Mengingkari perintah seakan tak pernah ada
Meninggalkan perkara wajib, menyongsong yg dimurka
Mengapa susah-susah kalau bs lupa
Lupa bahwa setiap perkara tertimbang di kiri dan kanannya

Manusia penuh tipu daya
Menyekutu tanpa tau
Kadang tau tapi abai seakan diperkenankan
Bergantung kpd sesama makhluk lemah
Lupa bahwa tiada Sekutu bagi Yang Maha Mencipta

Manusia lupa..
Lupa bahwa hidup akan mati
Bahwa kematian sedekat urat nadi

Manusia lupa..
Lupa bahwa dunia adalah fana
Bahwa dunia hanyalah jembatan menuju akhirat

Manusia lupa..
Lupa ada Tuhan Yang Maha Mendengar
Bahwa Tuhan bersama orang-orang sabar

Manusia lupa..
Lupa ada malaikat yg patuh mencatat amalan
Bahwa setiap perbuatan akan memiliki balasan

Manusia Lupa
Lupa bahwa hakikatnya di dunia hanyalah karena dan untuk Tuhan semata..

Astaghfirullah..

Rabu, 14 Januari 2015

Dibiarkan Waktu

Meratap sebatang kara
Luka ditangisi sembilu
Pilu, hingga tak sanggup menggugu
Air mata tak kering
Terisak sempurna pada titik plg tak berdaya
Bukan hanya hati yg disayati,
Tp fisik mulai digrogoti
Waktu.. Selalu membisu
Dibiarkan hari-hari berlalu lemas sayu
Tuhan, tiada dayaku tanpa perlonganMu
Kuatkan hati, juga ragaku

Minggu, 21 Desember 2014

Terpaksa

Keluh kesah dua ribu kilo seperti sapaan pagi
Selalu hadir, kadang dinanti
Mengeluh tapi saling menguatkan
Bertahan dlm waktu yg jg tak berputar bersamaan

Rentang jarak menjadi candaan
Beda waktu pun diselaraskan
Hari berlalu menyisa jejak2 cerita
Sekedar menggerutu ataupun cerita ttg rindu

Jauh tapi tak pernah benar-benar jauh
Sepertinya setiap moment dilalui bersama
Walaupun hanya lewat pesan singkat
Ataupun suara unt saling bicara

Kini seperti dipaksa berhenti
Dipaksa saling merelakan
Atas nama kebaikan bersama
Atas nama hati unt tdk saling menyakiti

Waktu terhenti
Matahari seperti mati
Siang menjadi suram
Nadi pun lemas berdenyut malas

Mata tak ubahnya derai air di musim penghujan..
Tuhan, aku harus bagaimana?

Rabu, 23 Juli 2014

Merelakanmu

Duka tak pernah menyapa dg cara yg indah
Tiba2 datang tanpa diharapkan
Membawa rona suram pada wajah-wajah yg tertunduk sengsara
Menyisakan air mata dr mata-mata yg mulai lelah
Apalah daya manusia, ketika disapa duka
Hanya terpuruk dan terpaksa menerima

Pada akhirnya ada pemberhentian dr setiap perjalanan
Pemberhentian hidup adalah mati
Pemberhentian perjalanan di dunia adalah raga yg telah ditinggalkan jiwanya
Pemberhentian seperti tak terencana, padahal adl kepastian yg nyata..

Tuhan, untuk kakek yg telah Kau ambil kembali kepadaMu, lapangkalah kuburnya, dan ampunilah dosa-dosanya. Serta jadikan amal baik jadi penolongnya..

Selamat tinggal, Mbah Kakung

Senin, 21 Juli 2014

Cosmos Chaos

Kosmos dalam keributan
Rusuh pemberontakan tertahan
Lama-lama menua menuju supernova
Lenyap di lubang hitam

Matahari tak dilihat,
Bulan tak dinanti
Bintang dibiarkan tanpa tatapan
Hanyalah waktu fana untuk berbicara

Alam raya hanya tinggal dua
Duniaku dan duniamu
Ada aku diujung superova
Ada kamu membuka diri dr lubang hitam menuju bintang baru

Kosmos kehilangan tatanan keteraturan
Kerusuhan bergolak masih ditahan
Menunggu waktu meledakkan diri
Big Bang terjadi di dalam hati