Minggu, 21 Desember 2014

Terpaksa

Keluh kesah dua ribu kilo seperti sapaan pagi
Selalu hadir, kadang dinanti
Mengeluh tapi saling menguatkan
Bertahan dlm waktu yg jg tak berputar bersamaan

Rentang jarak menjadi candaan
Beda waktu pun diselaraskan
Hari berlalu menyisa jejak2 cerita
Sekedar menggerutu ataupun cerita ttg rindu

Jauh tapi tak pernah benar-benar jauh
Sepertinya setiap moment dilalui bersama
Walaupun hanya lewat pesan singkat
Ataupun suara unt saling bicara

Kini seperti dipaksa berhenti
Dipaksa saling merelakan
Atas nama kebaikan bersama
Atas nama hati unt tdk saling menyakiti

Waktu terhenti
Matahari seperti mati
Siang menjadi suram
Nadi pun lemas berdenyut malas

Mata tak ubahnya derai air di musim penghujan..
Tuhan, aku harus bagaimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar