Pagi di tepi pantai.
Masih dengan sarung dan mata redup,
Ada kopi menemani dengan iringan alunan angin dan air.
Empat orang nelayan yang tak melaut,
Menggunjing mengutuki pemerintah,
Membicarakan bualan yg diutarakan media.
Mendadak mengikuti tren menjadi pakar politik..
Kebijakan birokrat dan romansa realita kaum papa.
Indah nian, lupa bahwa angin sedang tak bersahabat dg jaring..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar