Aku melihatnya..
Mencoba ditutup rapat?
Percuma, matamu berbahasa...
Tangan dan kakimu sudah berkisah.
Seperti terpaksa makan saat puasa
Terpaksa menurutmu?
Imanmu tak menggoyahmu..
Manusiawi kau bilang?
Awan tak terbentuk begitu saja..
Ada uap yang menggumpul dr lautan..
Kau membiarkan yg sedikit menjadi banyak..
Merelakan hatimu untuk menyerah
Ada marwah yg tergusur
Tidak lupa, hanya sengaja untuk tambal butuh..
Yang terjadi malah kau terbelenggu..
Kasian kamu..
Aku tidak akan mengasihani hatiku..
Aku diam walau hatiku tau..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar